Seminar Kebangsaan Cegah Radikalisme dan Terorisme, Ini yang Disampaikan Kapolres Trenggalek

0
88

Titaniumnews – Kepala Kepolisian Resort Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. menjadi salah satu nara sumber bersama dengan Direktur lingkar perdamaian Ustadz Ali Fauzi Manzi M. Pd.I dalam seminar kebangsaan dengan tema `Strategi melawan dan menanggulangi terorisme dan radikalisme` di pendopo Manggala Praja Nugraha Kabupaten Trenggalek. Kamis (8/11)

Dalam acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut di hadiri oleh ratusan peserta, antara lain jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, Kepala OPD, BNNK, KPU dan Bawaslu, Muspika se Kabupaten Trenggalek, MUI, FKUB, FKDM, KNPI, Karangtaruna, LSM dan ormas, pimpinan Ponpes, Kepala desa se-kabupaten Trenggalek, guru sekolah menengah, penyuluh agama, mahasiswa perguruan tinggi di Trenggalek dan pelajar sekolah menengah.

Acara yang dinisiasi oleh Kesbangpol Pemkab Trenggalek ini di maksudkan untuk memberikan wawasan kepada peserta seminar khususnya kalangan generasi muda agar mampu merevitalisasi dan memperkuat semangat kebangsaan dan nasionalisme dalam rangka pencegahan paham radikal dan terorisme demi keutuhan dan kesatuan NKRI.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Didit memaparkan Peran, strategi dan Upaya-upaya Polri dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme. Menurutnya, keberadaan radikalisme dan terorisme di Indonesia banyak dipengaruhi oleh lingkungan strategis, isu global maupun isu regional dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan negara yang bisa berdampak pada aspek panca gatra lainnya.

“Saat ini ada pergeseran pola dengan memanfaat kecanggihan teknologi dan dunia maya.” Jelas AKBP Didit

“Menggunakan konten media sosial yang sengaja dihembuskan untuk mempengaruhi masyarakat.” Imbuhnya

Oleh sebab itu, AKBP Didit menghimbau kepada semua masyarakat khususnya generasi millenial yang sudah sangat akrab dengan dunie media sosial tidak mudah terhasut dan terpengaruh oleh berbagai informasi yang seolah-olah bersifat relegius tetapi menyesatkan. Akan lebih bijak jika melakukan proses check and recheck maupun tabayun kepada pihak yang berkompeten.

Masih kata AKBP Didit, Kepolisian telah melakukan langkah-langkah strategis guna mencegah berkembangnya paham radikal dan terorisme di kabupaten Trenggalek, mulai dari sosialisasi Bhabinkamtibmas, silaturahmi kepada tokoh agama hingga patroli siber oleh tim cybertroop Polres Trenggalek.

Sedangkan ustadz Ali Fauzi Manzi dalam presentasinya menceritakan kembali pengalaman beliau yang pernah bergabung dengan kelompok radikal hingga kembali kepangkuan NKRI dan menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Lamongan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here