Refleksi Tahun 2018 Polres Trenggalek, Dari Ungkap Kasus Hingga Prestasi WBK

0
279

Titaniumnews – Diujung pergantian tahun 2018, Polres Trenggalek memaparkan apa yang telah dilakukan dalam rangka menjaga Kamtibmas kondusif di Kabupaten Trenggalek. Kondusivitas Kamtibmas tersebut dapat di capai dengan berbagai upaya Kepolisian yang digelar baik preemtif, preventif maupun represif.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H di depan awak media menyatakan, dalam kurun satu tahun terakhir Polres Trenggalek telah menangani 287 perkara dengan penyelesaian kasus sebanyak 54%.  Senin (31/12)

“Kejahatan konvensional didominasi oleh kasus Curat sebanyak 70 kasus, cyber crime 13 kasus dan ilegal  fishing 5 kasus. Keseluruhan merupakan perkara dengan tingkat pengungkapan yang cukup rumit namun bisa diselesaikan dengan baik oleh jajaran Satreskrim” Ungkap AKBP Didit

Sementara terkait dengan komitmen Trenggalek zero Miras, disepanjang tahun 2018, Polres Trenggalek telah menindak 82 perkara Miras dengan barang bukti mencapai 2.701 botol berbagai merek. Angka ini cenderung naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 1.655 botol Miras.

“Khusus Narkoba, Ungkap kasus Sabu sebanyak 3 kali, Okerbaya atau daftar G 21 kali dan undang-undang pangan 5 kali naik 250% dari sebelumnya yang hanya 2 kali dengan barang bukti 2,55 gr Sabu, 2.099 Okerbaya” Imbuhnya

Lebih lanjut AKBP Didit menuturkan, dalam bidang lalu lintas, kecelakaan lalu lintas terjadi 429 kali turun 3,13% dibanding tahun 2017 dengan rincian korban 62 meninggal dunia, 7 orang luka berat dan luka ringan 531 orang dengan nilai kerugian material mencapai Rp. 232.000.000,-.

“Dari angka kecelakaan lalu lintas tersebut, tertinggi adalah usia 10-15 tahun sebanyak 129 kali. Ini yang perlu mendapat perhatian dari kita semua dimana mayoritas korban maupun pelaku kecelakaan merupakan anak-anak kita yang masih belum cukup umur atau usia sekolah yang juga dapat dipastikan belum memiliki SIM” ujar AKBP Didit

Masih kata AKBP Didit, aspek keamanan tidak bisa hanya diserahkan pada jajaran Kepolisian saja. Namun harus ada edukasi bagi masyarakat agar mampu menjadi polisi minimal bagi dirinya sendiri dan lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan serta mengaktifkan kembali Poskamling maupun 1 X 24 Jam wajib lapor.

“Alhamdulillah di tahun 2018, Polres Trenggalek telah menerima penghargaan sebagai satuan kerja dengan pelayanan kategori baik serta berhasil meraih WBK dari Kementerian PANRB. Ini membuktikan bahwa upaya Polres Trenggalek dalam memelihara Kamtibmas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dapat di katakan telah dijalankan dengan baik.” Ujar AKBP Didit

“Kedepan akan lebih kita tingkatkan lagi sehingga Polri sebagai representasi negara benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.” Pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here