Polres Banyuwangi, Ungkap Sindikat Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

0
357

Polres Banyuwangi – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort  (Polres) Banyuwangi, telah mengamankan sejumlah pelaku yang di duga menyalah gunakan BBM. Dalam perkara ini enam orang yang diduga sebagai pelaku telah diamankan pada saat mereka berada di Dusun Kedungringin Desa Kedungringin Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, Jumat (30/11) pada pukul 21.00 WIB.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Banyuwangi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Taufik Herdiansyah Zeinardi., S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasatreskrim Polres Banyuwangi menyampaikan kelima orang tersebut terdiri dari 5 laki-laki dan 1 wanita ialah, DK (42 thaun) laki-laki, karyawan SPBU, SP (63 tahun) laki-laki, karyawan SPBU, TL (33 tahun) wanita, karyawan SPBU sebagai kasir, NZ (43 tahun) laki-laki, karyawan SPBU, ES (35 tahun) laki-laki, Karyawan SPBU dan SG (35 tahun) laki-laki, karyawan SPBU, yang kesemuanya beralamat tinggal di Kecamatan Muncar  Banyuwangi.

“Pada hari jumat 30 Nopember 2018 sekira pukul 21.00 WIB Tim Resmob Pidter mendapati Saudara PD sedang mengangkut tiga jirigen isi 30 liter BBM, keluar dari SPBU Kedungringin Muncar, dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario kemudian dilakukan penyelidikan. Saudara PD ternyata berhenti di suatu tempat tepatnya, Dusun Kedungringin Desa Kedungringin Kecamatan Muncar menjumpai temannya Saudara PD yaitu Saudara IM yang juga membawa 3 jirigen berisi 30 liter BBM. Anggota Kemudian melakukan pemeriksaan dan mendapatkan keterangan jirigen- jirigen bahwa BBM (premium) sebanyak 6 jirigen masing-masing berisi 30 liter BBM (premium), dan masih terdapat 3 jirigen lagi dengan isi BBM premium yang sama di rumahnya,” ujar Kasatreskrim AKP Panji.

Lebih lanjut Kasatreskrim menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan Saudara PD dilakukan pengembangan terhadap pelaku sehingga terdapat Saudara SP dengan barang bukti BBM jenis premium bersubsidi sebanyak 16 jirigen @ 30 liter. TLdangan barang bukti BBM sebanyak 3 jirigen berisi @ 30 liter, dan barang bukti BBM jenis premium 3 jirigen yang berisi 20 liter, berserta 1 jirigen berisi 25 liter dengan isi yang sama dan NZ dengan barang bukti BBM jenis premium sebanyak 2 jirigen berisi 30 liter, ES dengan barang bukti BBM sebanyak 5 jirigen berisi @ 30 liter dan SG dengan  barang bukti BBM jenis premium sebanyak 2 jirigen berisi @ 30 liter.

“Berdasarkan keterangan dari para pelaku mengambil BBM tersebut pada saat jam kerja di SPBU ketika sepi pembeli dan malam hari setelah SPBU tutup para terlapor mengisikan BBM jenis premium tersebut ke dalam jirigen isi @ 20 L / @ 25 L / @ 30 L kemudian disembunyikan di area SPBU lalu dibawa pulang pada saat situasi sepi,”terang Kasatreskrim Polres Banyuwangi.

AKP Panji menerangkan bahwa para terlapor ini menjelaskan bahwa membeli BBM jenis premium tersebut seharga Rp. 7.000/liter untuk dijual kembali seharga Rp. 7.800/liter atau dengan keuntungan sekitar Rp. 20.000 /jirigen isi 30 liter, jika pengambilan BBM jenis premium ini pada pagi hari maka langsung dibayar saat itu juga dan jika pengambilan BBM pada malam hari setelah SPBU tutup maka pembayaran dilakukan keesokan harinya.

Dalam perkara ini petugas menyita barang bukti berupa 3 unit sepeda motor sebagai sarana angkut BBM jenis premium, 28 jirigen isi BBM premium,15 galon isi BBM premium.
Total Keseluruhan adalah 1.302 liter BBM jenis premium.

“Para pelaku kita duga telah melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 huruf b, c, d Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001, tentang minyak, gas bumi , dan juga pasal 106  Undang Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dengan  ancaman sanksi pidana penjara maksimal 4 tahun dan denda maksimal Rp. 40 miliar. (Humas_Resbwi.0312)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here