Keluarga Korban Nanggala 402, Mendapatkan Bantuan SIM dan STNK Gratis

0
647

Titaniumnews.id.Banyuwangi: Polresta Banyuwangi memberikan bantuan pembuatan STNK hilang (duplikat) dan pembuatan SIM kepada keluarga awak Kapal KRI Nanggala 402 di Samsat Banyuwangi dan Satpas Polresta Banyuwangi.

“Ini sebagai bentuk bantuan moril kami kepada keluarga awak KRI Nanggala 402,” kata Kaur Reg Ident Satlantas Polresta Banyuwangi, Iptu Kadek Aditya Yasa P., S.I.K., S.H., M.SI., kepada Titaniumnews.id dengan didamping oleh Kasubnit Regident Iptu Heru S.H.

Menurutnya, berawal dari informasi yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Klatak jika ada anggota keluarga korban KRI Nanggala yang bermaksud akan mengurus STNK Hilang (duplikat) karena terbawa suaminya Serda (Ede) Pandu Yudha Kusuma yang merupakan awak KRI Nanggala 402 yang dinyatakan hilang bersama tenggelamnya kapal selam milik TNI AL tersebut di laut Utara Bali. Maka Polresta Banyuwangi memberikan kemudahan kepada keluarga korban untuk pengurusan STNK yang hilang dan pembuatan SIM dengan tanpa dipungut biaya.

Adapun bantuan yang diberikan adalah berupa pembuatan STNK Duplikat. Selain memberi kemudahan pengurusan STNK Duplikat, Satlantas Polresta Banyuwangi juga memberi kemudahan pengurusan perpanjangan SIM C keluarga korban.

“Yang paling utama tentu bantuan moril. Tapi kami juga akan membantu dengan memberi kemudahan-kemudahan berkaitan dengan layanan kami di bidang kelalulintasan,” terang Iptu Kadek.

Ia berharap bantuan yang diberikan jajaran Satlantas Polresta Banyuwangi dapat meringankan beban derita yang dialami keluarga awak KRI Nanggala 402 tersebut.

“Kami sangat berterimaksih dengan layanan dan bantuan yang telah diberikan oleh Polresta Banyuwangi, terutama Pak Bhabinkamtibmas, Pak KRI dan semuanya. Alhamdulillah saya diberikan bantuan kemudahan dalam pengurusan STNK hilang dan perpanjangan SIM C secara gratis,” ungkap Mega Dhian Pratiwi.

KRI Nanggala-402 pertama kali dinyatakan hilang kontak saat mengikuti latihan di perairan utara Bali pada Rabu (21/4/2021). Sejak saat itu, pencarian terus dilakukan oleh pihak TNI dengan bantuan dari berbagai pihak.

Kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam dan 53 prajurit yang ada di dalamnya dinyatakan gugur. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menambahkan KRI Nanggala-402 dinyatakan terbelah. Kapal selam itu terbelah menjadi 3 bagian.

“Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi 3 bagian,” jelas Laksamana Yudo beberapa waktu lalu. (Tyo_2005)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here