Kapolresta Banyuwangi Bersama Untag Banyuwangi Bersinergi dan Berkolaborasi Dalam Kampung Tangguh Semeru

0
272

Titaniumnews.Id.Banyuwangi – Kepala Kepolisian Resort Kota Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengajak sivitas akademika Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Banyuwangi berkolaborasi dalam program Kampung Tangguh Semeru untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah Bumi Blambangan.

Kapolresta Banyuwangi sesaat setelah menerima kunjungan Drs. Andang Subaharianto, M.Hum (Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi) ke Polresta Banyuwangi, Rabu (3/6) kemarin, mengajak Rektor Untag Banyuwangi dan jajaran sivitas untuk berkolaborasi dan melakukan penelitian terkait Kampung Tangguh Semeru sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Kami menyadari bahwa polisi tidak dapat bekerja sendiri dalam penyelesaian masalah sosial dari dampak COVID-19 tanpa adanya dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk akademisi,” kata Kapolresta Banyuwangi.

Kombes Pol Arman menegaskan dalam mengatasi dan mencegah penyebarab Covid.19 Pola kampung tangguh ini jika dilaksanakan dengan benar maka ke depan akan meringankan tugas kepolisian. Permasalahan ini harus kita kelola dengan baik maka akan berdampak pada Stabilitas Kamtibmas. Kepolisian harus ikut melakukan aksi tersebut dengan mencari masalah yang ada dan lakukan intervensi yang tepat.

Dia memaparkan Kampung Tangguh Semeru bertujuan agar masyarakat memiliki kemampuan dalam mengatasi persoalan secara mandiri dan bergotong royong.

“Program penguatan Kampung Tangguh Semeru dapat dilakukan dengan penambahan fitur baru disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan menitikberatkan kepada keterlibatan elemen masyarakat, termasuk akademisi dalam rangka menemukan solusi terhadap adanya permasalahan sosial yang ada,” terang Kombes Pol Arman.

Pada kesempatan yang sama, perwira dengan tiga melati di pundak tersebut mempersilakan Rektor Untag untuk mengkritisi secara akademis kebijakan yang dilakukan Polresta Banyuwangi selama ini. Kritik tersebut sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Banyuwangi.

“Bersikap kritis untuk kemajuan masyarakat, juga merupakan wujud pengabdian masyarakat dan kami yakin Untag Banyuwangi dapat memberikan kontribusinya,” ujarnya.

Selain itu, Polresta Banyuwangi ingin lebih bersinergi bersama perguruan tinggi untuk mengatasi permasalahan dan dampak sosialnya yang ditimbulkan COVID-19 dalam masyarakat.

“Pandemi COVID-19 memberikan hikmah kepada kita semua untuk lebih dekat lagi bekerja sama dan bersinergi mengatasi dampak sosial yang disebabkan COVID-19,” katanya.

Rektor Untag Banyuwangi yang hadir bersama dengan Dr. Herdiana Dyah Susanti, S.T., MT (Wakil Rektor bidang penelitian, pengabdian, kerjasama, perencanaan, dan kelembagaan), Dian Arief Pradana, M.Pd (Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) dan Sahru Romadloni, M.Pd (Kepala Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan) menyampaikan dukungan dan siap berkolaborasi dengan Polresta Banyuwangi guna mengawal, mengawasi dan membantu memberikan masukan, kritikan dan dukungan agar tujuan pembentukan kampong tangguh bisa tercapai.

“Kami menyambut baik ide, gagasan dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Bapak Kapolresta Banyuwangi bersama anggotanya dalam membentuk Kampung Tangguh guna menumbuhkan kesadaran, kemandirian dan memperkuat semangat gotong royong warga dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini,” Ujar Rektor Untag Banyuwangi.

Lebih lanjut Andang Subaharianto menyampaikan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dan bekerjasama dengan Polresta Banyuwangi dalam memberikan pendampingan dan asistensi terhadap 34 Kampung Tangguh di Banyuwangi dengan 6 Kampung tangguh yang ada warga terpapar Covid-19. Ke depan dari 34 Kampung Tangguh yang ada harapannya bisa menular kepada kampung kampung lainnya sehingga di Banyuwangi ke depannya akan terbentuk kemandirian masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 secara merata di semua Kelurahan dan Desa. (Tyo_0605)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here