Kapolres Trenggalek Tandatangani MoU dengan BPN Terkait Mafia Tanah

0
405

Titaniumnews – Kepala Kepolisian Resort Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Trenggalek Ir. Adi Rahendro M.M. Penandatanganan MoU tersebut terkait dengan pemberantasan mafia tanah tersebut dilakukan bersamaan dengan acara sosialisasi dan Evaluasi Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018. Kamis  (24/01).

Dalam acara yang digelar di Aula kantor BPN Trenggalek tersebut hadir pula diantaranya Dandim 0806 Trenggalek Letkol Inf. Dodik Novianto, S.Sos., Kepala dinas PUPR Ir. M. Sholeh, Perwakilan Kejaksaan Negeri Trenggalek Hadi Sucipto SH MH, Kasatreskrim Polres trenggalek AKP Sumi Andana, S.H., M.H., Kapolsek jajaran, para Kades dan Pokmas se-Kabupaten Trenggalek.

AKBP Didit mengatakan dalam sambutannya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah. Oleh sebab itu sangat diharapkan dukungan dari semua stake holder agar bisa berjalan dengan lancar.

“Banyak ditemukan gangguan Kamtibmas yang berakar dari konflik kepemilikan tanah dan untuk mengatasinya dibutuhkan perhatian serius dari semua pihak agar penyelesaiannya tidak berlarut-larut”

“Aspek legalitas menjadi sangat penting terkait kepastian dan perlindungan hukum kepada pemegang haknya.” Imbuhnya

Masih kata AKBP Didit terkait dengan keberadaan mafia tanah, pihaknya siap memberikan dukungan penuh dan membuka ruang koordinasi seluas-luasnya kepada BPN Trenggalek sesuai peraturan perundang-undangan dengan tetap mengedepankan ranah kewenangan masing-masing instansi.

Kepala BPN Trenggalek menuturkan, target PSTL tahun 2018 sejumlah 38.000 bidang dengan jumlah desa yang ditetapkan sebagai lokasi sebanyak 56 desa di 12 kecamatan se-Kabupaten Trenggalek. Sedangkan hasil capaiannya meliputi pengukuran 41.878 bidang, Shat 33.400 bidang,  K3 4.300 bidang dan K4 sejumlah 8.000 bidang.

Sementara untuk target fisik Peta Bidang Tanah Kantor Pertanahan Kab Trenggalek tahun 2019 ini sebanyak 45.000 bidang dengan target fisik shat sejumlah 37.000 bidang. Sedangka desa yang telah mengajukan permohonan sebanyak 24 desa dengan perkiraan jumlah bidang yang belum bersertifikat mencapai 63.000 bidang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here