Jelang Sidang MK, Tokoh Masyarakat Osing Tolak Segala Bentuk Aksi Berpotensi Rusuh

0
399

Titaniumnews – Menjelang sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, tokoh Masyarakat Adat Osing di Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi, Selasa (11/6) malam, sepakat menolak aksi yang berpotensi rusuh saat sidang MK digelar sampai saat putusan MK ditetapkan.

Ketua Masyarakat Adat Osing, Purwadi yang akrab disapa Kang Pur menjelaskan, bahwa Masyarakat Adat Osing menolak dan tidak mengikuti jika ada rangkaian aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan saat berlangsungnya proses persidangan di MK, Sebab hal tersebut hanya akan merugikan masyarakat kecil.

“Kami tidak ingin situasi memanas sampai berujung pada kerusuhan seperti tahun 1998 lalu. Karena kalau itu terjadi, yang sangat dirugikan adalah masyarakat kecil.” kata Kang Pur.

Karenanya ia mengimbau kepada masyarakat Banyuwangi khususnya warga Osing, agar tidak terpengaruh dengan segala bentuk konten negatif yang mengarah pada provokasi maupun berita bohong di seluruh lini sosial media dalam menyikapi sidang MK.

“Kami mengajak semua pihak menyaring sebelum men-sharing kabar-kabar yang belum tentu kebenarannya, di media sosial” Imbuhnya.

Ditempat yang sama, Ketua Adat Osing Suhaimi mengatakan, demi situasi yang kondusif, pihaknya juga mengimbau kepada pihak tergugat dan termohon, baik yang berada di Jakarta maupun di luar Jakarta, agar bisa menerima dengan legowo dan beradab hasil persidangan atau putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara tersebut.

“Intinya kita masyarakat Osing menolak jika ada kerusuhan, dan upaya-upaya dari orang-orang yang mencoba membuat kerusuhan dan kerusakan di negara ini dengan dalih apapun,” Jelas Suhaimi.

Menurut Suhaimi, Masyarakat Osing mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas ke pihak-pihak yang melakukan huru-hara saat sidang MK.

“Karena kami tidak mau ada masyarakat menjadi korban, kita ingin Jakarta dan Indonesia ini tetap aman dan damai.” Tandasnya. (Tyo_1206)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here