HUT ke-73 Brimob Polres Trenggalek, Masuk Pak Ekoo !!!!

0
831

Polres Trenggalek – Memperingati HUT ke-73 Brimob, Polres Trenggalek menggelar  tasyakuran dan reuni yang digelar dihalaman taman batu Mapolres Trenggalek. Kamis (15/11)

Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Kepala kepolisian Resort Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. didampingi wakapolres Trenggalek, Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran serta perwakilan pejabat Kodim 0806 Trenggalek. Turut diundang juga perwakilan Bhayangkari dan persit Kartika Chandra Kirana kabupaten Trenggalek, mantan eks Brimob Trenggalek, dan purnawirawan PP Polri serta perwakilan siswa SMA, SLB, dan TK/PAUD Bhayangkari Trenggalek.

Uniknya, dalam tasyakuran ini, panitia sengaja menghadirkan AKP Eko Heri Cahyono dari Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri, yang sempat viral dengan kalimat `Masuk Pak Eko` dan kepiawaiannya memainkan lempar sangkur hingga barang yang tak lazim seperti sekop, sabit, paku, obeng dan lain-lain. Tentu saja aksi AKP Eko ini menjadi suguhan menharik bagi para undangan yang hadir.

Dalam sambutannya, AKBP Didit mengatakan, gegiatan ini merupakan salah satu kegiatan tradisi yang tidak terlewatkan sebgai simbol-simbol sejarah dan mengenang kembali perjuangan Brimob selama ini yang harus disampaikan kepada penerusnya.

“Tasyakuran ini dibuat sesederhana mungkin tujuannya adalah agar anggota Polri dan yang sudah purna memiliki intensitas yang sama sehingga komunikasi dapat tetap terjaga.” Ucap AKBP Didit.

“Semoga dengan bertambahnya usia menjadikan Brimob sebagai satuan Polri yang tetap mampu mempertahankan dan menjunjung tinggi kehormatan serta kebanggaannya yang telah diraih pada masa perjuangan.”Imbuhnya

Sementara itu, salah satu Purnawiran Brimob yang juga pernah bertugas di Polres Trenggalek AKBP (purn) Jasno mengungkapkan kebanggaannya pernah menjadi bagian keluarga besar Polri khususnya satuan Brimob.

“Saya Bangga menjadi bagian dari Brimob. Meskipun saya sudah pensiun tidak sedikitpun tersingkir dari benak saya. Mengenang sejarah Brimob mulai dari sebelum merdeka dan bagaimana perjuangan saya dulu ketika masih berdinas, jiwaragaku demi kemanusiaan.” Ungkap purnawirawan yang pernah menjabat sebagai Kabagsumda Polres Trenggalek ini.

“Pesan saya jangan menjadi Polisi yang elek-elekan ketika berdinas, di Brimob kita diajarkan untuk menjadi aparat negara yang disiplin dan bertanggung jawab dalam tugasnya.”Imbuhnya.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolres didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Trenggalek yang diserahkan kepada AKBP (Purn) Jasno dan Aiptu Suwadi Nur

Sebagai informasi, Brimob merupakan pasukan elit Kepolisian Republik Indonesia yang secara umum memiliki tugas dalam bidang kemiliteran untuk mempertahankan dan memelihara keamanan serta ketertiban dalam negeri yang kemarin tepat pada tanggal 14 November 2018 genap berusia 73 tahun.

Menilik sejarah kelahiran Brimob, Brimob dibentuk pertama kali dengan nama Pasukan Polisi Istimewa yang diberikan tugas melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota.

Sebagai pasukan yang memiliki sikap dan daya juang tinggi, sehingga mampu memberi dorongan serta motifasi yang besar terhadap moral dan keuletan tekad bagi rakyat Indonesia untuk terus berjuang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia melawan kekuasaan asing di bumi Indonesia, di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mohammad Yasin pasukan polisi istimewa ikut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Dan berlanjut pada 14 November 1946 Perdana Menteri Sutan Syahrir merubah nama Pasukan Polisi Istimewa kemudian menggantinya dengan sebutan Mobile Brigade (Mobrig) dan ditetapkan sebagai hari jadi Brimob.  Seiring berjalannya waktu nama Mobrig mengalami perubahan menjadi Korps Brigade Mobil mulai 14 November 1961 hingga saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here