Gerak Cepat Polres Trenggalek Bantu Penanganan Banjir dan Tanah Longsor

0
506

Titaniumnews – Hujan deras yang mengguyur wilayah Trenggalek semalam mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa lokasi. Polres Trenggalek dan jajaran bergerak cepat menurunkan personelnya untuk membantu masyarakat yang rumahnya terdampak bencana. Jumat (30/11)

Dihubungi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Didit bambang Wibowo S, S.I.K., M.H menuturkan, pihaknya sudah menyiagakan Satgas bencana tingkat Polres dan Polsek sejak semalam mengingat intensitas hujan yang deras dan berlangsung cukup lama.

“Sudah saya instruksikan agar semua jajaran segera turun membantu masyarakat baik evakuasi maupun membersihkan material longsor” Ungkap AKBP Didit

Dari pantauan, diketahui pihak Kepolisian sudah menggelar personelnya di beberapa titik bencana. Di kelurahan kelutan Trenggalek Unit Patroli Satlantas membantu mengantar para siswa sekolah menengah yang saat ini kebetulan sedang melaksanakan ujian. Sementara dari Satbinmas membagikan ratusan nasi bungkus kepada warga.

Disamping itu personel Satgas bencana bersama Polsek jajaran seperti Kampak, Watulimo, Gandusari, Karangan, Dongko, Bendungan dan Pogalan saling bahhu membahu bersama unsur TNI, BPBD dan potensi masyarakat lainnya membantu membersihkan material tanah longsor baik yang menimpa rumah warga maupun yang menutup jalan serta lumpur yang tersisa dari banjir.

Berdasarkan data yang masuk, diketahui beberapa lokasi yang terdampak bencana antara lain, di kecamatan Gandusari luapan DAS tawing sempat menggenangi rumah warga di desa Ngayung, jajar, Sukorejo, Gandusari dan Karanganyar. Selain itu genangan air setinggi 20-30 cm dilaporkan juga terjadi di desa Ngadirenggo kecamatan Pogalan.

Sementara itu tanah longsor menimpa 3 rumah warga di desa Watuagung, Ngembel dan pakel kecamatan Watulimo. Di kecamatan Kampak,  longsor juga menimpa dapur rumah warga desa Ngadimulyo dan Senden. Demikian pula di Kecamatan Dongko, tanah longsor dilaporkan menimpa kamar dan dapur rumah warga di desa Dongko. Longsor juga terjadi di kecamatan Bendungan menimpa dua rumah warga di desa Sumurup, sedangkan di desa Dompyong sebuah tanah longsor dengan lebar mencapai 5 meter menutup badan jalan sehingga akses jalan menuju kabupaten Tulungagung tidak bisa dilalui. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.

“Kita berdayakan semua potensi yang ada. Koordinasi dengan TNI, Pemda, BPBD maupun Basarnas terus dilakukan.” Pungkas AKBP Didit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here