Dialog Interaktif di Jogja TV, Ditlantas Polda DIY Paparkan Strategi Antisipasi Mudik

0
307

Titaniumnews.id.Yogyakarta – Dirlantas Polda D.I. Yogyakarta, Kombes Pol I Made Agus Prasatya S.IK., M.Hum selaku Kaopsda Operasi Ketupat Progo 2020 paparkan beberapa point penting strategi antisipasi pemudik ditengah pandemi covid-19, dalam sebuah tayangan dialog interaktif dengan tema Antisipasi Mudik Lebaran Tahun 2020 di Wilayah Yogyakarta.

Secara live dialog interaktif di Jogja TV, Jumat 08 mei 2020 ini, dihadiri narasumber lainnya yakni dari pihak PT Angkasa Pura dan Dishub DI. Yogyakarta.

Seperti diketahui bersama bertepatan dengan Operasi cipta kondisi menjelang hari raya Idul Fitri ditengah wabah pandemi Covid-19, gelaran operasi Ketupat yang rutinnya digelar selama 14 hari, untuk kali ini dengan waktu yang panjang yakni selama 37 hari. Pada masa pandemi covid-19, Pemerintah mengeluarkan peraturan larangan mudik bagi para perantau guna memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Kombes Pol Made Agus menjelaskan antisipasi pemudik khususnya yang akan masuk ke wilayah Yogyakarta, selama 15 hari terhitung 24 april, dari hasil Pam Operasi Ketupat Progo 2020 dimana selama 24 Jam penuh kesiapsiagaan Jajarannya ditemukan adanya jumlah penurunan angka pemudik.

“Dari data yang kami terima selama 15 hari, tercatat sekitar 401 pemudik. Ini merupakan penurunan jumlah, adanya tingkat kesadaran masyarakat yang mana sudah memahami pentingnya memutus rantai penyebaran virus dengan tidak melakukan mudik” Kata Kombes Pol Made Agus.

Ditambahkan Kombes Pol Made Agus, dengan tindakan tegas represif non yustisial berupa putar balik para pemudik tersebut, diberlakukan untuk menghindari dan memastikan para pemudik tidak mengambil kesempatan atau mencari jalan alternatif lain melalui jalan-jalan tikus.

“Para pemudik diarahkan untuk putar balik dan dikawal hingga ke perbatasan wilayah D.I. Yogyakarta” Imbuhnya.

Selain tindakan refresif non yustisial, antisipasi mudik juga melalui tindakan Preemtif yakni gencar melakukan sosialisasi, koordinasi dan melibatkan para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, publik figur serta Tokoh Daerah.

“Melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, termasuk Unit Dikmas lantas, Binmas Jajaran Polres maupun Polsek secara masif baik melalui media sosial, on air radio ataupun himbauan langsung patroli dialogis menyampaikan larangan mudik. Dengan begitu diharapkan akan terbangun kesadaran masyarakat dan disiplin mematuhi peraturan ditengah pandemi ini untuk bersama memutus rantai penyebaran virus Covid-19” Jelas Perwira Menengah Alumni Akpol tahun 1998 tersebut. (Innitya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here